Kamis, 16 September 2010

Pengumumam

Ass. wr.wb
Kepada seluruh jamaah pengajian mta cabang Tembalang bahwa pengajian rutin gelombang dimulai hari Selasa, 21 September 2010, pukul 19.30 wib. Tempat Majlis Rumah Bpk Hutamadi.
Terima kasih.
Wassalam.

Jumat, 10 September 2010

selamat hari raya idul fitri 1431 h


ass. wr.wb.
Kami segenap pengurus mta cabang tembalang mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1431 h mohon maaf lahir batin, semoga Alloh swt menerima semua amal-amal kita. Puasa telah selesai perjuangan baru telah menanti. Pekerjaan besar menanti kita, pekerjaan dakwah menabur dakwah menggapai ridho Alloh swt. Puasa bertujuan menjadikan insan-insan muttaqin. Puasa adalah lahan latihan bukan tujuan, selesainya puasa bukan berarti selesainya pekerjaan, namun justru siap-siap menghadapi pekerjaan besar. Semoga kita dikuatkan Alloh swt. Amin

Kamis, 26 Agustus 2010

KEGIATAN MTA SELAMA RAMADHAN 1431 H

Ass.wr.wb
Mta cabang Tembalang tetap melaksanakan kegiatan rutin selama ramadhan yaitu : pengajian gelombang setiap selasa jam 20.00 s/d 22.00 dan pengajian kelompok setiap jum`at jam 20.00 s/d 22.00. Namun ada suasana lain pada pengajian gelombang yaitu hadirnya para navirin-navirin dari luar daerah misalnya dari mijen. Pembangunan gedung MTA juga sementara berhenti. Hanya pembelian kusen-kusen pintu dan jendela untuk simpanan. Itupun dengan dana yang sangat terbatas. Pelan tapi pasti. InsyaAlloh.

Sabtu, 05 Juni 2010

Pembangunan Gedung MTA cab.Tembalang











Setelah selesai pembayaran tanah dan bangunan pengurus berencana melanjutkan ke pembangunan gedung yang sesuai dengan ruangan pengajian. Pada mulanya yang dibeli adalah rumah penduduk dengan ukuran 36, namun karena kondisi dinding, lantai, atap maupun ruangan tidak layak huni maka gedung tersebut dirobohkan sedikit demi sedikit. Pembangunan awal adalah tanah kosong di bagian belakang rumah/gedung lama seluas 7 x 5 dengan dibuat bangunan lantai dua. Pembangunannya sendiri sudah sampai 50%, berikutnya tentu saja merobohkan bangunan induk kemudian diganti dengan bangunan baru yang sudah dipersiapkan gambarnya oleh pengurus. Namun kendala dana tentunya yang dihadapi pengurus. Hingga saat ini dana yang sudah terserap sekitar 80 juta lebih.

ini adalah gambar kondisi gedung lama dan bangunan yang baru sampai tahap 50%

Senin, 26 April 2010

Pembangunan Jalan Terus

Pembangunan gedung Mta Cabang Tembalang jalan terus walaupun dana tidak teranggar dan tidak ada donatur, memang ada kesanggupan dari beberapa warga jamaah mta tembalang yang menyanggupkan diri untuk iuran bulanan yang jumlahnya kurang lebih 800rb, dengan dana itu maka setiap Minggu diadakan kerja bakti. Memang pembangunan itu tidak ditargetkan kapan jadinya yang penting jalan terus entah kapan selesainya.

Selasa, 16 Februari 2010

3 Besar AntiVirus Lokal Buatan Anak Negri



Indonesia akhir - akhir ini menjadi sorotan dunia Internasional dengan munculnya embong teroris tersohor Nurdin M Top yang sempat meresahkan dunia. Berbagai rentetan bencana Alam yang melanda Negri Tercinta ini serta kontroversi saling Klaim hasil budaya oleh negara tetangga yang ternyata diakui dunia sebagai Kekayaan Negri tercinta Indonesia. Selain hal hal diatas Indonesia juga memiliki banyak prestasi di dunia teknologi terutama di bidang teknologi Informasi yang patut kita banggakan. Misalnya saja konsep VOIP Rakyat yang di gadang gadang oleh pak Onno W Purbo dan teamnya. Serta dikenalkannya WajanBolik ( WokBolik) ke dunia TI Internasional sebagaisolusi perangkat murah untuk koneksi Wireless.

Memang sebenarnya banyak hal yang tidak bisa di remehkan dari Indonesia, misalnya saja soal securitas dalam hal ini AntiVirus Kali ini saya akan sedikit mengulas tentang Antivirus Lokal yang bisa kita jadikan suatu hal yang cukup membanggakan dari bangsa kita. Tercatat lebih
dari 40 Antivirus Lokal yang pernah beredar di Indonesia. Beberapa diantaranya sudah tidak lagi di kembangkan atau bahkan sudah tidak di update lagi. Dan saat ini terdapat 3 AntiVirus lokal yang cukup bagus dan masih terus di kembangkan dan di update secara rutin.

Dan 3 Antivirus karya anak bangsa itu adalah :

PC MEDIA ANTIVIRUS (PCMAV) - ratting ( 8/10 )

* PCMAV adalah AntiVirus Lokal yang terpopuler dan paling banyak digunakan oleh para pengguna komputer di Indonesia.
* PCMAV bisa dikatakan sebagai pelopor AntiVirus Lokal karena merupakan antivirus Indonesia pertama yang diciptakan oleh team antivirus dari Majalah PC Media yang mulai di populerkan padaq awal tahun 2006 dan terus dikembangkan sampai sekarang.
* PCMAV ini bisa di update tiap minggu di situsnya http://www.virusindonesia.com ataupun melalui fasilitas auto Update nya yang sudang mulai dikembangkan.
* Melalui rilis terbarunya PCMAV 2.2 Valkyrie mampu mendeteksi 3.025 virus yang banyak beredar di Indonesia, bahkan dengan menambahkan database virus CLAMAV ( database virus Internasional ) daya deteksi PCMAV bisa lebih ampuh lagi.
* PCMAV Cleanernya mampu membersihkan virus secara tuntas tanpa merusak file yang terinfeksi.
* RealTime Protector ( RTP ) mampu mencegah infeksi virus bahkan dari virus yang belum terdaftar dalam data basenya.
* Rilis terbaru dari PCMAV juga sudah bisa disandingkan dengan antivirus lain tanpa terjadi false alarm ( saya mencobanya dengan AVIRA )
* Kekurangan PCMAV adalah karena masih menggantungkan database untuk proses scanning maka membutuhkan waktu yang cukup lama.

ANSAV / AVI - rating ( 7/10 )

* ANSAV adalah Antivirus lokal Indonesia yang menjadi pesaing PCMAV semenjak dipopulerkan pada Oktober 2006
* Team ANSAV seringkali mengadakan seminar tentang virus dan antivirus di berbagai tempat, oleh karenanya ANSAV ini memiliki komunitas yang cukup besar yang biasa di sebut ANSAVER yang sering berdiskusi di berbagai forum.
* ANSAV memiliki banyak kelebihan dibanding antivirus yang lain. Kemampuanya untuk mendeteksi virus sangat sensitive dan tertanam sempurna pada komputer, akibatnya dimana saja ada akses terhadap file maka ANSAV secara Automatis akan melaukan scanning.
* Kelebihan lain dari ANSAV adalah memiliki Pulg-In (AddOn) yang bisa di kembangkan oleh siapapun untuk menambahkan tool baru pada antivirus ini.
* ANSAV dapat di Update secara rutin melalui situsnya di http://www.ansav.com
* Kekurangan ANSAV adalah tidak mampu membersihkan virus secara tuntas sehingga meninggalkan bekas pada registry.

SMADAV - rating ( 7/10 )

* SMADAV yang mulai muncul pada bulan Maret 2007 ini mulai menunjukkan peningkatan pengguna yang signifikan pada awal tahun 2009. Meski penggunanya belum sebanyak PCMAV dan ANSAV.
* SMADAV memiliki kelebihan pada waktu scanningnya yang sangat cepat serta system proteksinya yang ringan tanpa membutuhkan banyak resource Komputer.
* SMADAV juga dapat di gabungkan secara sempurna dengan AntiVirus lain termasuk antivirus import
* Fitur manualnya memungkinkan kita untuk membersihkan virus secara tuntas pada 1500 area registry walaupun virus belum terdeteksi oleh SMADAV
* Teknik Heuristik yang di milikinya hampir menyerupai fitur RTP pada PCMAV yaitu mampu mengenali virus dan mencegah terjadinya infeksi meskipun virus tersebut belum terdaftar dalam database SMADAV.
* Kekurangan SMADAV adalah masih belum mampu membersihkan virus impor secara tuntas seperti Conficker dan Alman, hanya mampu mencegahnya menginfeksi komputer.
* Dengan berbagai kemampuan yang dimilikinya sepertinya SAMDAV ini akan mampu bersaing jika terus di kembangkan akan berpotensi menjadi antivirus yang handal.
* SMADAV dapat diupdate di http://www.smadav.net

3 Antivirus lokal diatas memiliki kelebihan maupun kekurangan tentunya membutuhkan dukugan kita untuk terus dikembangkan agar mampu menjadi kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia. Dan jika anda pengguna komputer yang ingin komputer anda selamat dari virus, maka berusahalah untuk selalu meng- Update apapun Antivirus yang anda gunakan. Ditulis oleh : Ali Mas'adi blog

Sabtu, 30 Januari 2010

Beragam Kisah di Balik Pengajian ahad Pagi

Banyak kisah yang hendak dibagi di balik pengajian ini. Kisah sendu berbalut kebahagiaan yang hakiki. Ditemani oleh semangat juang yang tak pernah pupus oleh apapun jua, entah raga ataupun harta. Karena hanya Dia-lah yang menjadi tujuan manusia hidup di dunia ini.
Yah, pengajian Ahad Pagi, kehadirannya mampu menyedot puluhan ribu orang yang haus akan petunjuk-Nya. Di sinilah, tempat menimba ilmu bagi orang-orang yang merasa lapar akan pengetahuan tentang dienullah (Agama Allah). Entah tua, muda, kalangan bawah hingga atas, sampai berpendidikan tinggi hingga tak berpendidikan sekalipun hadir di sini. Semua duduk bersila sama rata, tak ada yang merasa lebih tinggi satu sama lain.

Layaknya magnet yang mampu menarik kuat-kuat, pengajian Ahad Pagi tak pernah sepi didatangi. Setiap hari Ahad, kajian ini selalu dipenuhi oleh jamaah yang hadir dari berbagai daerah. Tiga lantai selalu sesak oleh mereka yang hendak menuntut ilmu dien. Di lantai dasarpun, tak lagi longgar diduduki.

Jika dibanding dengan keramaian pengunjung Mall di Solo, meski hari libur sekalipun, pengunjung pengajian Ahad Pagi menang jauh. Kenapa? Karena para pengunjung di pengajian ini telah tahu dan paham jika harta dan jiwanya telah dibeli oleh Allah. “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka…” (QS At taubah 111)

Yah, karena merasa telah dibeli oleh Allah itulah, mereka tak segan-segan mengorbankan harta dan jiwa demi mengharap ridha-Nya. Mereka percaya akan janji Allah, karena Dia tak pernah memungkiri janji-Nya. Sebagaimana Allah menjelaskan dalam kelanjutan dari ayat di atas, “…Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.”

Jarak yang jauh sekalipun tak menjadi soal. Terbatas masalah kendaraan, sampai harus berganti-ganti bus, tak menjadi halangan. Bahkan, berjalan pun tak goyah dilalui. Semua dilakukan, karena merengkuh cahaya-Nya teramat indah untuk didaki. Yah, hanya menuntut ilmu agama Allah-lah mereka akan menemukan cahaya itu, mengeluarkan dari gelap menuju terang. Mengkaji Islam berdasar Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Allah telah menjelaskan itu dalam QS Al Maidah 16, “Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.”

Banyak Rintangan

Dicerca, dikucilkan atau bahkan diusir dari kampungnya, sudah menjadi kisah klise ketika seseorang mendengarkan pengajian Ahad Pagi, entah melalui radio atau datang langsung. Menjadi klise, karena perlakuan orang-orang yang belum atau tidak mau memahami ayat-ayat-Nya ini memang sudah ada sejak zaman nabi dahulu.
jihadpagi-03
Yang membelalakkan mata ketika mereka harus mendapat tentangan keras dari keluarga mereka sendiri. Suami, istri, orang tua atau bahkan anak menjadi penentang akan jalan Allah yang telah mereka tempuh.
Seperti kisah dari dua orang ibu yang berasal dari Wonogiri. Karena mendapat tentangan dari suami mereka, sampai-sampai mereka harus diam-diam mengikuti kajian Ahad Pagi tanpa sepengetahuan dari suami mereka.

Hal senada juga mendera seorang ibu yang berasal dari salah satu daerah di Jawa Timur. Datang bersama tiga putrinya tanpa didampingi suami. Karena tidak ada biaya, ibu ini rela datang sehari sebelumnya dengan menaiki kereta secara gratis. Begitu mendramatisirnya kala itu, ketika ia hendak berangkat menaiki kereta. Barang bawaannya disita oleh suami. Namun, karena kereta akan segera berangkat, ibu ini harus rela tidak membawa serta barang bawaannya.
Tiba di Solo sudah larut malam, pukul 22.00 WIB. Dan mereka pun bermalam di gedung MTA Mangkunegaran. Ini dilakukan hanya untuk mengkaji agama Allah. Subhanallah.

Rupanya, ditentang oleh keluarga sendiri sudah menjadi hal biasa jika seseorang hendak menjalankan Islam yang sesuai tuntunan. Kisah dari seorang bapak berinisial S juga tak kalah “elok” dari mereka. Bayangkan, untuk menjalankan syariah Islam, ia harus mendapat tentangan dari istri sendiri. Istri yang seharusnya bisa dipimpin ke jalan yang diridhai Allah justru memberontak dan bahkan menentang keras jalan yang telah ditempuh suaminya itu. Na’udzubillah.
Kisah-kisah di atas hanyalah sebagian kisah dari banyaknya kisah-kisah lain dari para jamaah yang hadir di pengajian Ahad Pagi. Banyak rintangan yang harus mereka lalui. Dan rintangan itu teramat pahit dijalani. Namun, inilah ujian dari Allah bagi orang-orang yang beriman.

Allah berfirman, “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS At Taubah 16)

Insafnya para Mantan

jihadpagi-02Pengajian Ahad Pagi banyak dihadiri oleh para mantan, bukan mantan da’i atau ulama, melainkan mantan preman, copet, penjudi bahkan dukun santet pun bisa insaf karena hidayah-Nya yang datang melalui pengajian ini. Berawal dari mendengarkan radio secara tidak sengaja, Allah telah mencerahkan pemikiran mereka akan kehidupan kelam yang telah menjeratnya.

Islam telah mengembalikan mereka ke jalan yang terang. Biarpun berpredikat sebagai mantan preman, copet, penjudi, dukun santet dan lain sebagainya tidak membuat mereka berkecil hati akan komentar sinis dari orang. Toh, itu hanyalah mantan, yang mana hanya menjadi masa lalu lantaran karena jahilnya mereka tentang Islam yang sebenarnya.

Bukankah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang? Allah mengampuni siapa saja orang-orang yang bertaubat kepada-Nya sebagaimana dalam firman-Nya, “Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-Nahl 119)

Mereka tak patah arang. Kehidupan kelam yang pernah mereka jalani dijadikan sebagai pelajaran untuk memulai hidup lebih baik lagi. Memulai hidup lebih baik dengan mengkaji agama Islam secara kaffah. Dengan mengkaji inilah, petunjuk-Nya akan senantiasa datang, hingga mereka menjadi hamba-hamba yang dipilih-Nya untuk menempati syurga yang telah dijanjikan-Nya.

Semangat Mereka Luar Biasa

jihadpagi-04Tak hanya banyak rintangan dan dipenuhi oleh para mantan, pengajian Ahad Pagi rupanya memberikan semangat luar biasa bagi mereka yang berusia lanjut. Kegigihan sepasang suami istri yang berusia tujuh puluh tahun ini patut diacungi jempol.

Pagi buta, sebelum adzan shubuh berkumandang, mereka berangkat dari Ngawi menuju Solo, tempat pengajian Ahad Pagi, dengan menggunakan bus jurusan Surabaya-Jogja. Bagi mereka, hadir di pengajian ini sudah menjadi rutinitas yang harus mereka lakukan di hari Ahad. Meski jarak antara Ngawi-Solo tak terbilang dekat, tetap tak menghalagi mereka untuk selalu hadir di pengajian ini.

Usia yang tak lagi muda, tak memupuskan semangat mereka. Turun di Tirtomoyo, Solo, mereka naik bus menuju Singosaren. Ketika sampai di Singosaren, mereka berjalan kaki menuju gedung MTA Mangkunegaran. Subhanallah, begitu ringannya mereka berjalan. Tak terbesit di benak mereka akan rasa lelah. Padahal, jika ditempuh dengan berjalan kaki, jarak Singosaren dengan tempat kajian lumayan menyortir energi.
Rupanya semangat sepasang suami istri dari Ngawi tersebut juga dimiliki oleh dua orang sahabat yang sudah menginjak usia lanjut. Sama-sama berasal dari Ngawi, mereka dengan tangkas berjalan seperti halnya yang ditempuh oleh sepasang suami istri itu.

Contoh lain, bisa dilihat dari tekad kuat sang nenek berusia delapan puluh tahun. Nenek yang berasal dari Karanganom, Klaten ini rela datang ke pengajian Ahad Pagi sendirian tanpa didampingi sanak keluarga. Ia datang dengan menaiki bus.
Subhanallah, semangat mereka untuk mengkaji agama Allah memang luar biasa. Seolah mereka tak sadar akan usia senja yang telah disandangnya. Gesit mereka memperjuangkan perwujudan iman.

Bagaimanapun, ilmu agama lebih mulia dicari ketimbang urusan dunia. Karena mereka tahu, bahwa kesenangan dunia ini hanyalah sementara. Pesonanya tak lain hanyalah merupakan tipuan. Tak ada yang lebih diutamakan dibanding akhirat. Akhiratlah yang menjadi prioritas hidup ini. Karena di akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya.

Bahkan Allah berfirman, “Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (QS Al An’aam 32)
Dunia ini hanyalah main-main dan sendau gurau belaka. Alangkah bodohnya manusia jika semasa hidupnya hanya digunakan untuk hura-hura di dunia. Usia yang sudah ‘bau tanah’ sekalipun tak dimanfaatkan dengan baik untuk beribadah. Betapa orang-orang seperti ini akan mendapat kerugian yang besar.

Allah berfirman, “Maka kecelakaan yang besarlah di hari itu bagi orang-orang yang mendustakan, (yaitu) orang-orang yang bermain-main dalam kebathilan.” (QS Ath Thuur 11-12)

Lantas, apakah ini mencerminkan agama hanya ditekankan bagi mereka yang sudah memasuki usia senja? Begitu banyaknya jamaah pengajian Ahad Pagi yang berusia tua, seolah-olah menjadikan persepsi bahwa agama itu hanya untuk orang tua saja. Orang tua yang membutuhkan agama, sedang orang muda berpikir belum saatnya karena mereka mengira usianya masih panjang. Alangkah sempitnya jika pemikiran seperti ini merajai kaum muda.

Bukankah masa muda adalah masa produktif untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik? Kenapa justru masa produktif itu tidak dimanfaatkan untuk memperjuangkan agama Allah? Sebaliknya, masa produktif justru dihabiskan untuk hal-hal yang sia-sia hingga berujung pada kemaksiatan. Nau’dzubillah.

Bukankah kisah dari mereka yang telah menginjak usia senja tersebut patut kita contoh? Tidak iri kah kita dengan semangat mereka yang berjiwa muda meskipun raga sudah tak lagi muda?

Inilah beragam kisah di balik kajian Ahad Pagi, beragam kisah yang datang dari para jamaah yang hadir di pengajian ini. Subhanallah, betapa hidayah-Nya telah mengantarkan mereka pada titik perjuangan pencapaian iman dan takwa kepada-Nya. Kisah dari mereka patut kita jadikan teladan. Semoga ke depan kita semua semakin istiqomah di jalan-Nya. (ntz)

Sumber Gambar : MTATV.COM