Sabtu, 02 Mei 2009

TA`ARUF, TAFAHUM, TAFAKUL

Tiga hal ini sangatlah penting bagi kita warga MTA. TA`ARUF artinya bertemu. Kita setiap selasa dan jum`at bertemu dalam forum pengajian. Karena sering bertemu tentunya kita kenal dan saling mengenal dan akhirnya kita sama-sama faham dan memahami antara satu dengan lainnya. Misalnya siapa namanya, di mana rumahnya, bekerja di mana, anaknya berapa dll. Ini namanya TAFAHUM kenal dan faham. Setelah kenal dan faham akhirnya TAFAKUL yaitu perseimbangan. Artinya perseimbangan yaitu sesama murid atau anggota jamaah terjalin hubungan kekeluargaan yang sangat erat, sehingga ketika anggota yang satu mengalami kesulitan, kesusahan maka anggota yang lain harus ikut membantu mengeluarkan dari kesulitan tesebut dan menghiburnya agar bahagia hatinya. Maka pada akhirnya terjadilah hubungan silaturrahmi atau kekeluargaan yang sangat erat. Maka timbullah kekuatan, kebersamaan, kesatuan dan persatuan. Inilah yang selalu ditanamkan pada seluruh anggota pengajian Majlis Tafsir Al` Qur`an.

Sabtu, 11 April 2009

MTA CABANG TEMBALANG MENDAMBAKAN SEBUAH GEDUNG PENGAJIAN

Mta cabang Tembalang merupakan cabang binaan MTA Cabang Semarang Barat, hingga saat ini belum memiliki gedung pengajian. Kegiatan rutin pengajian diadakan setiap selasa pukul 20.00 WIB di rumah salah seorang anggota. Kegiatan ini sudah berjalan lebih kurang 1 tahun. Makin hari jamaah makin bertambah banyak sehingga terpikir untuk membangun gedung pengajian. Namun karena sebuah gedung memerlukan dana yang sangat besar maka para jamaah mulai menabung sedikit demi sedikit. Kegiatan menabung dimulai bulan Maret 2009. Mudah-mudahan keinginan yang mulia tersebut didukung oleh jamaah, dan tentunya diberikan kemudahan oleh ALLAH swt.

Kunjungan Kapolda Jawa Tengah ke MTA

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo, Sabtu, 4 April 2009 berkunjung ke yayasan Majlis Tafsir Al Qur’an Surakarta. Kunjungan ini dalam rangka silaturohmi dengan masyarakat kota solo, yang diwakili oleh majlis Tafsir Al Qur’an.

Dalam silaturohmi ini kapolda berkunjung di gedung baru milik MTA yang telah diresmikan Presiden RI awal bulan ini. Kedatangan kapolda yang juga didampingi kapoltabes kota Solo disambut baik oleh Ketua MTA
Al Ustadz Ahmad Sukino beserta pengurus yayasan Majlis Tafsir Al Qur’an.

Pada ajang silaturohmi ini Kapolda menyampaikan rasa terima kasih kepada yayasan Majlis Tafsir Al Qur’an, yang telah turut serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif di kota solo. Selain itu ia juga mengajak kepada masyarakat khususnya kota solo untuk menebarkan rasa kasih sayang kepada sesama umat manusia, walaupun beda partai, agama.

Rasa terima kasih juga beliau sampaikan secara mendalam atas partisipasi radio MTA FM yang telah turut mencerahkan dengan dakwah dakwahnya.

SUMBER MTAFM

Jumat, 03 April 2009

Radio MTA FM, Radio Pilihan Pendengar di Surakarta

Sebuah lembaga survei dari Jakarta menyebut, radio MTA FM berada di urutan pertama dalam jumlah pendengar paling banyak di Surakarta. Bahkan, radio MTA FM mengungguli radio-radio swasta lainnya yang sudah lama melanglang buana di udara. Sebuah prestasi yang patut diacungi jempol mengingat radio MTA FM baru menginjak usia 2 tahun.

Berita yang dikutip dari perbincangan dalam acara BIM (Berbagi Ilmu Manfaat-red), Jum’at (3/4), merupakan sebuah kabar gembira bagi pihak radio MTA FM khususnya dan para pendengar radio MTA FM pada umumnya. Bagaimana tidak, kehadiran radio MTA FM dihadang banyak hambatan. Siaran radio MTA FM dinilai oleh sejumlah pihak, menyesatkan. Belum lagi, ijin radio yang tak kunjung didapat.

Setidaknya berita ini bukan merupakan sebuah torehan prestasi semata, melainkan sebagai ujung tombak sebuah perjuangan. Faktanya, radio MTA FM paling banyak diminati oleh para pendengar yang memang haus akan kajian islam yang sesuai tuntunan Al-qur’an dan Assunnah. Haruskah pihak-pihak tertentu menentang keberadaan radio MTA FM? Pantaskah radio MTA FM dinilai menyesatkan sementara di luar sana ada banyak para pendengar tengah menggapai cinta-Nya? (isn)

sumber mtafm

Sabtu, 21 Maret 2009

FENOMENA DUKUN

Dukun singkatan Du=yen udu ( kalau bayar) pasti rukun (damai/bisa kerja sama). Itu kata orang jadi artinya kalau kita bayar pasti damai/bisa kerja sama. Dukun atau para normal sebenarnya juga ditipu oleh syetan (jin). Jin itu menjajikan sesuatu yang kecil tetapi meminta imbalan yang sangat besar. Imbalannya yaitu iman atau jiwa. Dan itu memang tujuan mereka(jin/syetan) ketika dibuang dari sorga dia bersumpah akan menyesatkan semua manusia untuk diajak ke neraka bersama-sama. Dukun itu hakekatnya adalah juga sebagai syetan manusia, atau syetan yang nampak oleh mata kita. Dia sudah jelas-jelas bekerja untuk syetan dan mengabdi untuk syetan. Dengan kita percaya kepada dukun/peramal maka sholat kita selama 40 hari tidak akan diterima oleh Alloh swt.
Kadang manusia ketika diberikan ujian sakit atau kesulitan hidup ia larinya ke Dukun (karyawab syetan) untuk meminta pertolongan padahal dukun itu sendiri tidak bisa apa-apa. Namun dia punya pembantu yaitu jin, maka dia minta bantuan kepada jin peliharaannya. Jadi pada hakekatnya yang menolong itu jin(syetan). padahal orang yang meminta bantuan dukun(jin) dia sudah mengingkari sholatnya, dalam sholat ia mengatakan Iyya kana`budu wa iyya kanasta`in ( hanya kepadaMulah aku menyembah dan hanya kepadaMulah aku meminta pertolongan), iya kan. Jadi ia sudh kufur. Itulah bahayanya merdukun. Merdukun jelas syirik dan itu dosa yang tak terampuni. Orangnya yang berbuat syirik namanya musyrik.

Rabu, 18 Maret 2009

MTA DARI MASA KE MASA

19 September 1972 MTA berdiri, didirikan oleh KH. Abdullah Thufail Saputro di kampung Semanggi Kecamatan Pasar Kliwon Solo ( Surakarta)
1974 : MTA didaftarkan sebagai yayasan yang bergerak di bidang dakwah dengan akte
notaris R. Soegondo Notodisoerjo No. 23 Tahun 1974.
1978 : Kajian rutin Ahad Pagi mulai dirintis yang dihadiri seribu (1000) jamaah.
Karena terus berkembang hingga harus dibuka beberapa gelombang.
1977 : Mendirikan Balai Pengobatan MTA
1980 : Membeli tanah di Kemlayan hal ini dikarenakan jumlah jamaah yang terus
bertambah.
1987 : Mendirikan SMA MTA
1993 : KH. Abdullah Thufail Saputro wafat, ketua yayasan digantikan oleh Ustad Ahmad
Sukino.
1993 : Mendirikan SMP MTA
2005 : Mendirikan Radio MTAfm
2006 : Mendirikan Rumah Sakit Bersalin MTA
2008 : Mendirikan Koperasi Jasa Keuangan Syariah
2008 : Membangun Gedung MTA sebagai pusat pengajian di jln. Ronggo Warsito
2009 : Gedung MTA diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY).
MTA memiliki 31 perwakilan dan 159 cabang di Indonesia.
Disarikan dari RADAR SOLO edisi Minggu 8 Maret 2009

Selasa, 17 Maret 2009

GEDUNG BARU PENUH SESAK

Assalamu`alaikum wr wb
Alhamdulillah, pengajian ahad pagi pertama di gedung baru tanggal 15 Maret 2009 penuh sesak. 4 lantai penuh dengan jamaah dari berbagai kota di Indonesia khususnya di P. Jawa. Rupanya ada semangat dan tenaga baru bagi para jamaah yang biasanya tidak hadir untuk hadir, ya mungkin sekedar ingin melihat kemegahan gedung baru tersebut. Gedung yang megah yang sangat membanggakan jamaah MTA, ya karena usaha mandiri telah membuahkan hasil. Itu merupakan bangunan mercusuar bagi MTA. Namun demikian pembangunan gedung itu tujuan utama MTA. Namun hanya sebagai sarana untuk menimba ilmu. Ya kalau sarananya lengkah dan representatif maka akan membangkitkan semangat untuk menuntut ilmu dengan tenang. Mudah-mudahan adanya gedung tersebut akan tercapai maksud dan tujuan MTA yang mulia yaitu mengajak umat islam untuk selalu menuntut ilmu agama sehingga memahami tentang agamanya sendiri secara benar. Dan pada akhirnya dapat mengamalkan ajaran agama islam dengan benar dan ihlas. Amin